Pembinaan Moderasi Beragama Keluarga Hitta Sukhaya

PANGKALPINANG,BABELFAKTA — Bertempat di Vihara Sukhavati, Kelurahan Pasar Padi, pada Selasa (23/4/2024), Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang menggelar kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama Keluarga Hitta Sukhaya, dengan tajuk “Melalui Moderasi Beragama Kita Teguhkan Keluarga Bahagia dan Sejahtera Berdasarkan Keyakinan pada Buddha Dhamma”.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang yang diwakili Kasubbag Tata Usaha, Eyde Tusewijaya, S.E., M.M., didampingi Penyelenggara Bimas Buddha, Misno, S.Ag., dan Ketua Panitia Pelaksana, Andreas Yudho Astono, S.Ag., dengan menghadirkan narasumber Sekretaris Jenderal Sangha Mahayana Indonesia, Y.M. Bhiksu Sakya Sugata Sthavira tersebut diikuti oleh 32 orang peserta yang merupakan perwakilan dari umat Buddha se-Kota Pangkalpinang.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikannya, Ketua Panitia, Andreas Yudho Astono mengatakan bahwa dalam beberapa tahun bergulir, moderasi beragama bukan lagi menjadi hal yang baru dalam kehidupan kita.

“Intinya adalah kehidupan beragama tidak hanya semata-mata menyangkut urusan relasi kita dengan Tuhan yang maha kuasa dalam dimensi vertikal, namun juga terkait hubungan antar sesama manusia. Mengingat secara de facto, manusia diciptakan dengan beraneka ragam suku, agama dan ras nya,” ungkap Yudho.

Dilanjutkannya, dalam konteks hidup berkeluarga yang harmonis, bahagia dan sejahtera atau yang di dalam agama Buddha seringkali disebut Hitta Sukhaya, diharapkan keluarga juga berperan mengkondisikan dan menanamkan keragaman/kebhinekaan sebagai kekayaan yang harus disyukuri, dipelihara dan dijaga bersama-sama serta diwujudkan dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari dengan sesama.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Pangkalpinang, Eyde Tusewijaya dalam sambutannya mengapresiasi langkah Penyelenggara Bimas Buddha, di mana kegiatan tersebut merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan khusus untuk internal umat Buddha di Kota Pangkalpinang.

“Setelah ini juga pada Jum’at (26/04) nanti kegiatan serupa juga akan digelar oleh FKUB Kota Pangkalpinang, dengan melibatkan perwakilan tokoh agama dan umat dari lintas agama yang ada,” kata Eyde.

Diakuinya, sikap moderasi beragama yang merupakan salah satu dari 7 program prioritas Kementerian Agama sejatinya sudah tertanam dalam diri kita masing-masing, hal ini dibuktikan dengan telah terciptanya suasana kerukunan antar umat beragama dan semakin tingginya toleransi yang terjalin, khususnya di daerah Kota Pangkalpinang. Sehingga dalam kesempatan pertemuan seperti, dimaksudkan untuk menggali dan mengingatkan kembali pengimplementasian moderasi beragama yang selama ini sudah terwujud dengan baik.

Beliau pun berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan baik, serta dapat memperoleh pengetahuan yang lebih mumpuni terkait moderasi beragama, yang nantinya dapat diterapkan pada lingkup keluarga maupun lingkungan sekitar tempat tinggalnya, sehingga mereka mampu menjadi motor penggerak dalam upaya menciptakan suasana keberagaman yang semakin kondusif di Kota Beribu Senyuman ini. (GV04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *