Sambut Harlah Pertama, IPARI Kemenag Kota Pangkalpinang Rawat Bumi Tebar Bibit Cabai

PANGKALPINANG,BABELFAKTA — Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia atau dikenal IPARI merupakan organisasi profesi resmi bagi para penyuluh agama sebagai organisasi mitra dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Organisasi ini diresmikan pada 26 Mei 2023 oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin, mewakili Menteri Agama di Jakarta.

Dirjen Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa IPARI adalah organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja para penyuluh agama. “Pada dasarnya, penyuluh agama adalah instrumen transformasi sosial, yang akan mengubah dan mencerahkan masyarakat. Oleh karena itu, organisasi ini menuntut kita untuk menjadi lebih baik dalam melaksanakan tugas kita,” ujarnya.

Dalam menyambut hari lahir IPARI yang pertama pada tahun 2024, IPARI Kementerian Agama Kota Pangkalpinang melakukan kerjasama dengan Dinas Pangan dan Pertanian guna menyukseskan program Menteri Agama dalam pelestarian lingkungan.

Dengan Tema “Rawat Bumi Tebar Moderasi”, Harlah pertama ini mengusung tiga kegiatan utama yang akan dilaksanakan di seluruh Indonesia, yaitu :
1. Gerakan Tanam Sejuta Pohon,
2. Gerakan Zero Plastic,
3. Forum-forum diskusi: Seminar/Workshop/FGD dan sejenisnya dengan tema Teologi Lingkungan Perspektif Agama-agama di Indonesia.

Kun Anifah Windusari, S. Sos. I., selaku Ketua Bidang SDM, Pendidikan dan Pelatihan IPARI Pangkalpinang saat dihubungi, pada Minggu (26/5/2024) mengatakan bahwa dalam peringatan hari lahir IPARI ini mereka bekerja sama dengan Dinas Pangan dan Pertanian untuk melakukan pelestarian lingkungan dengan membagikan bibit cabai di KUA se-Kota Pangkalpinang.

Menurutnya kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada segenap masyarakat binaan Penyuluh Agama di seluruh Indonesia akan pentingnya pelestarian lingkungan, melakukan langkah nyata kontribusi dalam pelestarian lingkungan, dan menjaga keharmonisan alam dan kehidupan sesama umat manusia.

“Perayaan Harlah ke-1 IPARI ini sebagai momentum yang tepat untuk menegaskan pentingnya pendidikan lingkungan dan moderasi. Sebagai penyuluh agama, peran kami tidak hanya menyampaikan ajaran agama tetapi juga membimbing masyarakat menuju kehidupan yang berkelanjutan dan harmonis,” ungkapnya.

Terakhir dia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menjadikan bumi lebih baik dan hijau. IPARI dapat menjadi garda terdepan dalam membentuk masyarakat yang berimbang, berwawasan luas, dan berkelanjutan. Mari sambut inisiatif ini dengan semangat dan tindakan nyata, demi masa depan bumi yang lebih hijau dan lestari.(GV04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *