PT Timah Tbk Habiskan 63 Miliyar Untuk Proyek Pembuatan Kapal Bor Bonanza, Pada 2017 Gagal Seat Trail / Uji Coba Kini Jadi Besi Buruk

PANGKALPINANG,BABELFAKTA – Tim Aliansi Wartawan Muda Bangka Belitung (Awam Babel) temukan dugaan proyek mangkrak pembuatan Kapal Bor Bonanza milik PT Timah Tbk pada tahun 2016 menghabiskan biaya sekitar Rp. 63 milliyar, Rabu (12/6/2024).

Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima oleh Awam Babel menyampaikan perencanaan proyek pembuatan Kapal Bor Bonanza pada Tahun 2016, dengan konsep Core Logging/Sampling Kering/Bor Darat sudah menghabiskan dana Rp. 63 miliyar tersebut terkesan mangkrak dan tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Kabarnya proyek pembuatan kapal bor Bonanza ini dilakukan oleh tim proyek Eksplorasi :

Di inisiasi /ide : HBTS (Kabag Bor Darat) AT RND SST (Kabag Bor Geotin 2), ANDK GLG PRM (Kabag Bor Geotin 1), FR AZHR RN (Kabid Keteknikan) dirancang/ didesain oleh : PRMB PDJ berstatus karyawan divisi ekplorasi  PT timah Tbk.

“Kapal Bor Bonanza sendiri saat pembuatan dilakukan oleh PT DAK Selindung dengan Subcon kontraktor PT Dry Dok Batam (Pembuatan lambung), Subcon kontraktor: PT Duta Flo ( Sistem hidrolik, Cran, peralatan bor dll) termasuk pengadaan Radar,Eco sounder, radio, kompas dll,” ungkap Hamit saat bertemu dengan Tim Awam Babel.

Kepada Tim Awam Babel, ia menceritakan kronologis proyek pembuatan Kapal Bor Bonanza pernah dilakukan Uji coba Seat trail pada Tahun 2017 digandeng menggunakan Kapal tugboat di perairan laut sampur uji-coba pemboran.

”Sejak Seat Trail/Uji Coba pertama gagal hingga sampai saat ini tidak ada produksi pemboran/meteran, Mengingat peruntukan alat bor darat Sistem Core logging biasa pengambilan sample darat lapisan berlempung & berbatuan ini, untuk digunakan dilaut tidak cocok karna struktur lapisan di laut berpasir & berlumpur (Core los),” tegasnya.

Selanjutnya Hamid mengatakan bahwa Kapal Bor Bonanza yang mengunakan sistem 4 kaki desain kapal tidak sesuai spek peralatan hidrolik sehingga tidak mampu mengangkat & menurun Badan kapal pada saat kerja.

”Kuat dugaan proyek ini dipaksakan berjalan karena ada keharmonisan dari Tim proyek & Mitra PT Duta Flo untuk semua pengadaan peralatannya dan semua melalui mekanisme pengadaan dengan sistem penujukan langsung,” cetusnya.

Hingga saat ini, Kapal Bor Bonanza sudah seperti barang rongsokan dikarenakan keadaanya setelah 7 tahun berlalu tidak digunakan dan terparkir di PT DAK dengan keadaan hampir tenggelam.

Tim Awam Babel sudah berupaya melakukan konfirmasi ke pihak terkait yaitu pihak PT DAK dan PT Timah Tbk melalui Kabid humas PT Timah Tbk namun belum ada tanggapan sampai dengan berita ini dipublikasikan.(MJ01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *